Ada Dua Teknik Pada Saat Cuci Usus


Akibat pola makan yang kurang baik selama bertahun-tahun bisa terjadi penumpukan kotoran dan limbah dalam usus besar. Jika limbah tersebut tidak bisa dikeluarkan bisa menjadi racun yang membahayakan, dan salah satu teknik membersihkannya adalah dengan cuci usus. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam seperti limbah feses yang tidak hancur dan menyelip di usus besar, ada jaringan seluler yang mati, ada mukus atau cairan kental yang membungkus dinding usus, ada parasit, cacing dan lainnya. Jika racun-racun itu tidak dikeluarkan oleh tubuh maka bisa masuk ke aliran darah yang berefek ke tubuh dengan gejala lemah, letih dan sering sakit-sakitan.

Jika terjadi pembengkakan usus besar akan membuat orang kesulitan buang air besar. Jika kondisi seperti ini sudah terjadi maka cuci usus bisa menjadi jalan keluarnya. Dengan cuci usus diharapkan semua penumpukan kotoran dalam usus besar bisa dibersihkan. Berbagai teknik pencucian usus diklaim bisa mencegah kanker usus serta mengurangi risiko berbagai penyakit imunitas seperti rematik dan asma. Usus merupakan tempat penyerapan nutrisi dari makanan. Sisa-sisa makanan hasil metabolisme yang tidak diserap akan dikeluarkan dalam berbagai bentuk, termasuk feses yang keluar melalui anus.

Ada dua teknik pencucian usus

Pertama: Dengan menggunakan laksatif atau pencahar.
Penggunaan laksatif punya efek samping jika digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan. Di antaranya adalah ketergantungan yang memicu sindrom usus malas, serta efek samping lainnya seperti diare atau dehidrasi.

Kedua: teknik berupa colon hidrotherapy, yakni pencucian usus dengan cara memasukkan selang ke dalam usus lalu menyemprotkan air bertekanan rendah untuk membilas isi perut.

Artikel Menarik Lainnya:

Posted in Berita Kesehatan, Hidup Sehat, Info Sehat :: Kata Kunci: , , 0 Comments

Bedak Pemutih

Trending Topik Kedokteran