Gejala asma tidak melulu napas sesak atau berbunyi ngik-ngik. Orangtua dan guru di sekolah harus jeli mengenali gejala asma pada anak, karena batuk yang membandel juga merupakan gejala asma. Hal ini disampaikan oleh Dr Darmawan Budi Setyanto. Asma merupakan penyakit kronik (menahun) pada bronkus (saluran napas bawah), dengan gejala yang timbul berulang secara akut (mendadak) dan terjadi berulang-ulang. Asma juga merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak. Menurut Dr Darmawan, asma pada anak tidak selalu memberi gejala sesak dan napas berbunyi ngik-ngik (mengi) seperti pada pasien dewasa.
Pengertian batuk ‘bandel’ mencakup beberapa keadaan yang mirip, yaitu:
1. Batuk yang berlangsung lama, biasanya lebih dari 2 minggu
2. Sulit sembuhnya
3. Membaik sebentar kemudian kambuh lagi
4. Timbul berulang dalam selang waktu pendek
Batuk pada anak asma akan timbul jika si anak terpapar dengan faktor pencetus, yang dapat berupa:
1. Lingkungan rumah, seperti debu rumah, asap rokok, kapuk, atau bulu binatang
2. Makanan, seperti es, permen, coklat, kacang tanah, gorengan, snack gurih yang mengandung vetsin atau MSG
3. Faktor lain seperti selesma (infeksi saluran napas akut), aktivitas fisik berlebihan, kelelahan atau perubahan cuaca
Dr Darmawan menambahkan, terkadang perbedaan intensitas batuk antara siang dan malam hari demikina ekstrim. Akibatnya, pada anak yang telah bersekolah akan mengantuk di sekolah atau bahkan bolos, dan orangtuanya mengantuk saat bekerja di kantor.
Gejala lain asma pada anak yaitu:
1. Batuk berdahak, berulang, lama
2. Napas bunyi ngik-ngik
3. Napas cepat dan sesak
4. Sakit dada
5. Susah berkata-kata
6. Biru di sekitar mulut



