Ratusan orang mati mengenaskan di Haiti karena kolera. Penyakit ini memang lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang yang fasilitas sanitasinya buruk. Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang menyerang usus besar manusia dan akhirnya menjadi terinfeksi. Minimnya air bersih dan proses MCK (mandi-cuci-kakus) yang tidak memadai membuat kolera tumbuh subur. Kebiasaan makan makanan laut yang mentah atau belum matang seperti kerang juga menjadi pemicunya. Kolera memang mirip dengan diare hanya saja tingkat keparahannya lebih tinggi atau diare akut. Tanda-tanda kolera paling umum adalah diare (buang-buang air berupa cairan) yang terus menerus, muntah dan kram kaki. Kolera bisa merenggut nyawa dalam hitungan jam jika penderita sangat cepat mengeluarkan cairan yang membuatnya dehidrasi dan shock.
Diperkirakan lebih dari 100.000 kasus dan kematian terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia. Bakteri kolera biasanya ditemukan di dalam sumber air atau makanan yang telah terkontaminasi oleh feses (kotoran) dari orang yang terinfeksi kolera. Paling banyak terjadi pada daerah yang pengolahan airnya tidak memadai, sanitasi dan kebersihan yang buruk. Seseorang bisa terkena kolera karena minum air atau makan makanan yang terkontaminasi dengan bakteri kolera. Ketika terjadi wabah kolera biasanya sumber kontaminasi dari kotoran (feses) orang yang terinfeksi kolera yang lalu kotoran tersebut mencemari air yang digunakan untuk makanan.



