Jika dihadapkan dengan pilihan antara sayur kukus minim bumbu atau mie instan, manakah yang akan Anda pilih? Tentu saja mie instan bukan? Sebab meski khasiat sayur kukus terkenal menyehatkan, namun rasanya kalah lezat dibanding mie instan. “Jangan makan banyak cokelat, nanti kamu jerawatan lho…” “Jauhi permen karet itu, lagakmu seperti berandalan saja saat mengunyahnya…” “Anggur merah jelas tidak sehatlah, mahal lagi…” “Daripada minum kopi, lebih baik minum air, kopi bisa merusak gigi. Urin pun jadi bau…” Pernahkah Anda berbagai komentar pedas tentang 4 makanan ‘terlarang’ di atas? Kopi, anggur merah, cokelat, dan permen karet, akhir-akhir ini kesemuanya mempunyai citra buruk. Padahal, jika mau diteliti, sebenarnya ke-4 penganan tersebut tidaklah buruk-buruk amat. Yang memicu dampak buruk itu adalah apabila cara pengonsumsiannya salah.
Demikian juga dengan 4 makanan yang dalam kehidupan sehari-hari kerap diklaim sebagai makanan terlarang ini:
Cokelat hitam.
Sama seperti dalam red wine, kandungan flavonoid-nya yang kaya antioksidan juga bisa ditemukan pada teh, beberapa jenis bir, dan…cokelat. Mengonsumsi cokelat hitam dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Meski semua cokelat mengandung serotonin, hormon pembangkit mood, namun carilah yang mengandung 70-80% kakao. Kulit bermasalah juga bisa diatasi dengan cokelat hitam, luka bengkak pun bisa mengempis.
Anggur merah.
Ada yang mengklaim minuman satu ini sebagai minuman terlarang karena harganya yang cukup menguras kantong, lainnya karena efek memabukkan yang dikandungnya. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa ahli mengklaim bahwa minuman ini sehat bagi jantung. Kandungan antioksidan dari kulit buah anggur (resveratrol) mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Resveratrol juga bisa membantu pembentukan sel urat syaraf, sehingga sangat penting untuk penyembuhan sakit syaraf seperti Parkinson dan Alzheimer.
Permen karet.
Tahun 1964, NASA mulai membekali para astronot dengan permen karet bebas gula untuk perjalanan misi mereka. Sejak para astronot mengunyah sebuah permen karet, maka mulut dan gigi mereka jadi lebih kuat dan terlatih. Gigi sehat, tubuh pun ikut sehat. Sayangnya, kebanyakan orang malah mempercayai hal yang sebaliknya.
Kopi.
Minuman satu ini memang selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Jika diminum dalam jumlah yang wajar, sebenarnya kopi mengandung banyak manfaat positif. Menurunkan risiko timbulnya batu empedu, kanker usus besar, kerusakan pada liver, dan timbulnya penyakit Parkinson. Selain itu, kopi terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif tubuh dan performa seseorang dalam aktivitas yang panjang.



