Kanker leher rahim dan payudara adalah dua jenis kanker yang paling banyak terdeteksi di Indonesia. Penyakit mematikan ini umumnya menyerang wanita usia produktif. Data Yayasan Kanker Indonesia menunjukkan, kanker leher rahim yang disebabkan Human Papiloma Virus (HPV) merupakan jenis kanker paling banyak diderita. Jumlahnya hampir 27 persen dari seluruh kasus penyakit kanker di Indonesia. Dari kasus yang terdata, 70 persen pasien menyadarinya saat sudah stadium lanjut. Kondisi ini membuat pengobatan semakin sulit dan meningkatkan angka kematian
Tapi pencegahan tetap bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup tak sehat, menghindari hubungan seksual dengan banyak pasangan, atau hubungan seks usia muda. Cara lain adalah melakukan deteksi dini melalui metode pap smear atau pemeriksaan ke dokter dengan metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini memeriksa langsung kondisi leher rahim dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5 persen. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5 persen ada perubahan warna, seperti tampak bercak putih, bisa jadi itu adalah gejala prakanker leher rahim.



