Masalah tidur bukan hanya masalah individual, terutama bagi yang sudah mempunyai pasangan. Jika tidak diatasi, pasangan bisa ikut merasakan dampak negatif dari kurang tidur antara lain stres dan kelelahan. Istirahat yang cukup penting untuk memulihkan tenaga dan sistem kekebalan tubuh. Tidak bisa ditawar-tawar lagi, rata-rata orang dewasa membutuhkan 6-7 jam untuk tidur setiap harinya.
Lima Masalah tidur yang bisa berdampak pada pasangannya adalah sebagai berikut:
Mendengkur.
Rasanya pasti sangat menyebalkan jika tidak bisa tidur gara-gara bising oleh suara dengkuran. Selain mengganggu pasangan, kadang-kadang dengkuran juga dapat membahayakan orang yang bersangkutan.
Tidak bisa tidur tanpa suara TV.
Bagi pasangan yang butuh ketenangan untuk bisa tidur, kebiasaan ini pasti sangat menyebalkan. Bahkan saat sudah terlelap, beberapa orang bisa kembali terjaga pada saat sleep timer mematikan TV secara otomatis.
Tidak bisa tidur tanpa menyalakan kipas angin.
Kebiasaan ini akan menjadi masalah jika pasangannya mudah mengalami masuk angin. Jika tidak dinyalakan ia tidak bisa tidur, sementara jika dinyalakan pasangannya bisa sakit-sakitan.
Tidak suka disentuh.
Ada orang yang suka tidur sambil berpelukan, ada juga yang butuh ruang lebih longgar agar bisa tidur nyenyak. Bahkan ada yang mudah terjaga dengan kondisi berkeringat dingin jika disentuh pasangannya saat terlelap.
Suka bangun lebih awal.
Satu lagi perbedaan pola tidur yang bisa jadi masalah adalah kebiasaan bangun terlalu pagi. Misalnya saat pasangannya masih ingin bermalas-malasan, tiba-tiba lampu sudah dinyalakan lalu terdengar bunyi shower di kamar mandi serta aktivitas lain yang mengganggu tidur.



