Kurangnya pasokan darah membuat para ilmuwan memutar otak untuk dapat mengubah sel kulit manusia menjadi darah. Dengan teknologi terbaru ini, orang yang membutuhkan transfusi darah bisa mendapat darah dari sel kulitnya sendiri. Para peneliti telah mengambil langkah-langkah besar untuk dapat mengubah sel kulit manusia dewasa langsung menjadi darah. Hasil temuan ini dapat menyediakan sumber darah yang sangat diperlukan tidak hanya untuk pasien bedah atau kanker saja, tetapi juga pasien yang menderita gangguan darah seperti anemia. Pendekatan sebelumnya dinilai tidak efisien dalam mengubah sel induk menjadi sel matang untuk transplantasi (pencangkokan). Selain itu.
Metode yang menghasilkan sel darah embrionik tidak bisa ditransplantasikan pada tubuh orang dewasa. Dalam metode baru ini, peneliti mencoba mencari faktor pertumbuhan (zat yang mengatur pembelahan sel dan kelangsungan hidup) yang secara langsung dapat memprogram ulang sel-sel kulit menjadi sel darah. Dengan demikian, sel darah yang dihasilkan dapat ditranplantasikan langsung pada tubuh dewasa. Tim Bhatia ini telah beberapa kali melakukan pengubahan kulit menjadi darah dalam waktu lebih dari dua tahun. Tim peneliti juga menggunakan kulit manusia baik muda maupun tua untuk membuktikan bahwa metode ini bekerja pada setiap usia.



