Mencari Asal Usul Adanya Vaksin Meningitis


Pernyataan mantan menkes Siti F Supari bahwa pembuatan semua vaksin meningitis bersinggungan dengan unsur babi, sebenarnya tidak mengejutkan. Berbagai publikasi ilmiah yang membuktikan hal itu bisa diakses dengan mudah oleh siapun. Ketua Umum Pengurus Yayasan YARSI, Prof Dr H Jurnalis Uddin, PAK mengatakan bahwa masyarakat bisa memberi penilaian sendiri terkait fatwa MUI tentang vaksin meningitis. Informasi mengenai hal itu dapat diperoleh di ruang publik seperti website sehingga bisa diakses oleh siapapun.

Salah satunya adalah artikel berjudul ‘Isolation of Bacteriophages Active Against Neisseria Meningitidis’ yang dipublikasikan dalam Journal of Virology volume 1, Juni 1967. Artikel tersebut mengungkap bahwa semua strain bakteri Neisseria meningitidis diisolasi dari cairan tubuh pasien meningitis dengan menggunakan media chocolate-agar. Salah satu unsur yang terdapat dalam media tersebut adalah Mueler Hilton Media (MHM), yang diproduksi oleh sebiah perusahaan mikrobiologi DB/Difco Laboratories. Dalam salah satu rilisnya, perusahaan tersebut menyatakan bahwa MHM buatannya mengandung porcine raw material yang mengandung enzim babi.

Sementara itu, sebuah artikel berjudul ‘Human Immunity to The Meningococcus’ yang dipublikasikan tahun 1969 menjelaskan bahwa semua bakteri yang dipakai untuk pengembangan vaksin meningitis diproduksi oleh pabrik yang sama. Pabrik tersebut dikelola oleh Walter Reed Army Institute of Research. Prof Jurnalis mengatakan, hingga saat ini pabrik tersebut merupakan satu-satunya penyedia bakteri yang dipakai untuk membuat vaksin meningitis. Oleh karena itu jika ada produsen vaksin mengatakan bibit vaksin yang dipakainya bebas dari persinggungan dengan enzim babi, menurut Prof Jurnalis tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Artikel Menarik Lainnya:

Posted in Berita Kesehatan, Hidup Sehat, Info Kedokteran, Info Sehat :: Kata Kunci: , , , cara pembuatan jurnal ilmiah 0 Comments

Bedak Pemutih