Menghindari Penggunaan Zat Warna Sintetik Dalam Makanan


Selama ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa gula bisa membuat anak menjadi hiperaktif atau tidak bisa diam. Tapi ternyata zat pewarna makanan sintetik yang bisa membuat anak menjadi hiperaktif. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tidak ada hubungannya antara konsumsi gula dengan anak menjadi hiperaktif, kecuali jika anak tersebut memang sudah didiagnosis memiliki gangguan hiperaktif. Seperti dikutip dari Healthmad, Kamis (23/9/2010) salah satu psikiater yang terlibat dalam penelitian menyarankan untuk menghindari makanan yang menggunakan zat pewarna dan mengamati perilaku sang anak. Karena dengan menghindari zat pewarna tersebut, maka bisa membantu menghentikan konsumsi obat-obatan seperti Ritalin.

Karena itu para orangtua harus cermat memilih makanan yang akan dikonsumsi oleh anaknya, terutama jika si kecil memang diketahui memiliki gangguan hiperaktif.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menghindari penggunaan zat warna sintetik dalam makanan, yaitu:

Bacalah label pada kemasan makanan secara teliti.

Pertimbangkan setiap bahan yang tercantum dalam kemasan sebelum membeli.

Menghindari makanan olahan.

Pewarna dan bahan aditif lainnya akan lebih banyak ditemui dalam makanan kemasan, botol atau kalengan. Selain itu juga perhatikan zat pewarna yang kadang ditambahkan dalam buah-buahan atau sayuran.

Buatlah permen atau es sendiri untuk anak-anak.
Orangtua tidak bisa mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anak-anaknya di luar rumah, karena itu bekali anak dengan cemilan yang menarik tapi sehat. Misalnya orangtua bisa membuat es susu sendiri atau membuat permen dari manisan buah yang dibuat sendiri.

Usahakan untuk menghindari makanan atau jajanan di luar.
karena biasanya warna-warna tersebut berasal dari zat warna sintetik.

Artikel Menarik Lainnya:

Posted in Berita Kesehatan, Hidup Sehat, Info Sehat, Kesehatan Anak, Makanan Sehat :: Kata Kunci: , , 0 Comments

Bedak Pemutih