Dara biasanya memerlukan oksigen yang dapat berfungsi dengan semurna. Adanya kekurangan oksigen dalam darah bisa tubuh kita menjadi masalah serius. Selain berolahraga dan transfusi darah, nutrisi tertentu juga bisa meningkatkan oksigen dalam darah. Kadar oksigen dalam darah bisa berkurang karena banyak alasan, antara lain karena asma, gangguan paru-paru dan juga kekurangan zat besi (anemia). Orang yang mengalami hipoksemia (kadar oksigen dalam darah rendah) biasanya menunjukkan gejala seperti sesak napas, gelisah, disorientasi, sakit kepala, tekanan darah tinggi dan kulit kebiruan.
Berikut beberapa nutrisi penting yang dapat meningkatkan oksigen dalam darah:
Diet rendah lemak.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa makanan tinggi lemak dapat menyebabkan resistensi insulin dan sleep apnea (gangguan bernapas saat tidur).
Diet rendah natrium.
Menurut studi yang diterbitkan Hypertension, makanan rendah natrium dapat mengakibatkan meningkatnya oksigenasi ginjal melalui darah. Diet rendah natrium adalah untuk mengurangi asupan natrium sampai kurang dari 2000 mg per hari dan memperbanyak buah dan sayuran, kacang, kacang polong, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Buah dan sayuran.
Sebuah artikel yang diterbitkan Cancer Active mengungkapkan bahwa lingkungan asam dalam darah dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dan meningkatkan risiko kanker tertentu.
Zat besi
Anemia terjadi karena kadar zat besi dalam tubuh rendah dan menyebabkna menurunnya tingkat hemoglobin, yaitu pembawa oksigen dalam darah. Hal ini bisa mengakibatkan hipoksemia.
.



