Penderita Diabetes Selalu Mengontrol Gula Daranya Agar Puasa Stabil


Penderita diabetes harus selalu mengontrol gula darahnya dan puasa biasanya menjadi tantangan untuk melaksanakannya. “Pengaturan makanan khusus di bulan puasa bagi orang dengan diabetes adalah harus memperhatikan jumlah, jenis serta jadwal makannya,” ujar Prof Dr dr Sri Hartini KS, Kariadi, SpPD-KEMD. Menurutnya, orang diabetes bisa saja puasa jika gula darahnya terkendali atau kadar gula darah kurang dari 180 mg/dl. Kondisi seperti itu memungkinkan penderita diabetes cukup sehat dan aman untuk berpuasa.

Tapi jika kadar gula darah lebih dari 180 mg/dl kondisinya jadi cenderung tidak aman untuk berpuasa karena di dalam urinenya akan terdapat gula. Gula yang banyak di dalam urine akan membuat penderita diabetes sering buang air kecil. Efeknya, badan kekurangan air yang ditandai dengan haus, sehingga ia harus minum untuk mencegah dehidrasi. Jika dalam kondisi seperti itu ia berpuasa, maka bisa membuat tubuhnya menjadi lemah dan dapat berbahaya.

Jumlah kalori dan jenis makanan yang dikonsumsi hampir sama dengan hari-hari biasanya, hanya jadwalnya saja yang berbeda. Penderita tetap disarankan menggunakan karbohidrat kompleks sebagai sumber karbohidrat utamanya. Porsi kalori yang masuk saat buka puasa sekitar 50 persen dari jumlah total kalori. Kemudian 10 persen setelah selesai tarawih dan 40 persen saat sahur. Penderita diabetes juga sebaiknya mengurangi konsumsi makanan lemak dan perbanyak serat.

Ada 4 kondisi yang harus diwaspadai oleh seseorang yang memiliki diabetes saat berpuasa, yaitu:

1. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).
2. Gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia)
3. Darah menjadi asam (ketoasidosis)
4. Kekurangan cairan (dehidrasi) dan timbul bekuan di pembuluh darah (trombosis).

Karena itu tak ada salahnya untuk rajin memonitor gula darah yaitu cek gula darah sebelum sahur, 2 jam sesudah sahur, sebelum buka puasa dan 2 jam sesudah berbuka puasa. Namun monitor gula darah pelu lebih ketat terutama jika muncul gejala hipoglikemia atau hiperglikemia. “Jika sudah muncul gejala hipoglikemia seperti merasa lapar yang luar biasa, keringat dingin serta dada berdebar-debar, maka segera batalkan puasa dengan mengonsumsi air gula, makan permen atau kue,” ujar Prof Sri yang lahir di Martapura 59 tahun silam.

Artikel Menarik Lainnya:

Posted in Berita Kesehatan, Hidup Sehat, Info Kedokteran, Info Sehat :: Kata Kunci: , , , gejala hipoglikemia 0 Comments