Semua bayi pada umumnya tidak memiliki bau badan, tapi memiliki bau yang khas atau disebut dengan ‘milky’. Namun lambat laun seseorang bisa memiliki bau badan. Secara alami tubuh manusia memiliki 2,6 juta kelenjar keringat yang mengeluarkan keringat setiap harinya. Jika seseorang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, maka keringat yang dikeluarkan akan lebih banyak. Bau badan yang dikeluarkan oleh keringat disebut dengan bromhidrosis.
Seperti dikutip dari Howstuffworks, Minggu (29/8/2010) tidak sepenuhnya keringat menyebabkan bau badan, karena bakteri yang hidup di kulit seseorang juga berperan terhadap timbulnya bau badan. Bakteri yang berperan dalam hal bau badan ini mulai diproduksi dan muncul setelah seseorang memasuki usia pubertas. Usia pubertas setiap orang berbeda-beda antara laki-laki dan perempuan, serta diduga juga dipengaruhi oleh ras.
Tubuh manusia memiliki dua kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat eccrine dan juga kelenjar keringat apocrine.
Kelenjar keringat apocrine.
Kelenjar keringat ini berada di akar rambut dan mengandung asam lemak, protein serta lebih tebal dibandingkan dengan kelenjar keringat eccrine. Kelenjar ini tidak dikeluarkan untuk mendinginkan tubuh, tapi dikeluarkan ketika seseorang merasa di bawah tekanan (stres emosional, stres fisik dan juga gairah seksual). Bakteri di tubuh akan tertarik dengan asam lemak dan protein pada keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat apocrine. Selama bakteri memproses zat ini, maka bakteri akan menghasilkan produk sampingan yang menyebabkan bau badan.
Kelenjar keringat eccrine.
Kelenjar keringat ini sebagian besar mengandung air dan garam serta merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara tubuh, seperti penguapan untuk menjaga tubuh tetap dingin. Tubuh bayi harus tetap dingin, sehingga kelenjar ini sudah mulai bekerja jauh sebelum anak-anak mencapai pubertas.



