Posted on 25 January 2012. Tags: Awet Muda Akibat, Membaca dan Menulis
Membaca buku dan bermain teka-teki telah diketahui menurunkan kemungkinan terserang penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian baru-baru ini mungkin menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Ternyata kegiatan tersebut mengurangi akumulasi protein berbahaya di otak. Dalam penelitian tersebut, lansia yang mengaku melakukan kegiatan yang merangsang mental sepanjang hidupnya memiliki sedikit simpanan beta-amyloid, yakni protein yang khas dimiliki penderita Alzheimer. Temuan itu terlepas dari jenis kelamin peserta atau lama pendidikannya. Temuan menunjukkan bahwa terapi kognitif yang merangsang otak dapat memperlambat perkembangan penyakit ini, jika diterapkan sebelum gejala muncul.
Para peneliti telah memahami bahwa Alzheimer adalah penyakit kompleks yang memiliki lebih dari satu penyebab. Para peneliti meminta 65 orang dewasa yang sehat mental berusia 60 ke atas untuk menilai seberapa sering mereka melakukan kegiatan yang mengasah kemampuan mental seperti pergi ke perpustakaan, membaca buku atau koran dan menulis surat atau email. Para peneliti menemukan hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas mental yang tinggi selama seumur hidup dengan kadar PET yang lebih rendah. Lansia dengan jumlah aktivitas mental tertinggi seumur hidupnya juga memiliki tingkat amiloid yang sebanding dengan orang muda.
Orang dewasa yang melaporkan tingkat aktivitas mental terendah memiliki tingkat amiloid sebanding dengan pasien penyakit Alzheimer. Data kami menunjukkan bahwa orang yang seumur hidupnya terlibat dalam aktivitas mental memiliki efek lebih besar daripada orang yang hanya aktif mentalnya di usia yang tua. Para peneliti mengatakan tidak ada ruginya untuk melatih otak di kemudian hari. Para peneliti mencatat bahwa penumpukan amiloid juga dapat dipengaruhi oleh gen dan penuaan. Satu sepertiga peserta penelitian yang berusia 60 tahun ke atas memiliki beberapa penyimpanan amiloid dalam otaknya, tapi beberapa di antaranya masih banyak yang dapat membaca dan menulis dengan baik.
Posted in Berita Kesehatan, Hidup Sehat, Info Sehat, Kesehatan Lanjut Usia, Kesehatan Otak, Kesehatan Umum, Lansia
Posted on 20 January 2012. Tags: Cara Mengonsumsi Minyak Ikan, olahraga teratur
Seiring bertambah usia maka kekuatan otot juga makin berkurang. Tapi kekuatan otot yang mengendur ini bisa meningkat dengan cara mengonsumsi minyak ikan yang ditambah dengan olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur selama 3 bulan bisa membantu meningkatkan otot diantara 45 perempuan sehat yang berusia 60 tahun. Tapi jika partisipan menambah dengan minyak ikan maka keuntungan yang didapat bisa lebih besar.
Minyak ikan kaya akan asam lemak omega 3 yang diketahui baik untuk kesehatan jantung. Tapi ada bukti lain yang menunjukkan minyak ikan bisa meningkatkan fungsi saraf dan kemampuan otot jantung untuk berkontraksi. Jadi masuk akal kalau minyak ikan ini juga bisa meningkatkan respons otot terhadap latihan penguatan yang dilakukan. Dalam studi ini 45 wanita tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok yang mana ada perempuan yang hanya mendapatkan latihan seminggu 3 kali selama 3 bulan, tapi kelompok lain melakukan hal yang sama namun ditambah suplemen minyak ikan sebanyak 2 gram per hari.
Tapi perubahan kekuatan ini lebih besar ditemui pada kelompok yang juga mengonsumsi minyak ikan. Hasil temuan ini terbilang menarik, tapi perlu dilakukan studi lebih lanjut lagi agar diketahui berapa porsi yang tepat untuk hasil maksimal. Meski begitu asam lemak omega 3 yang diperoleh sebaiknya didapatkan dari sumber alami makanan. Jika ingin mengonsumsinya dari suplemen sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, karena jika berlebihan bisa menimbulkan efek samping seperti bau mulut, nyeri ulu hati, mual dan diare.
Posted in Berita Kesehatan, Hidup Sehat, Info Kedokteran, Info Sehat, Kesehatan dan Kebugaran, Kesehatan Lanjut Usia, Kesehatan Tulang, Kesehatan Umum, Kesehatan Wanita, Lansia
Posted on 16 September 2011. Tags: gangguan pendengaran, organ tubuh, presbicusis, Proses penuaan, Terapi
Proses penuaan seringkali ditandai dengan menurunnya fungsi berbagai organ tubuh, salah satunya adalah fungsi pendengaran. Sekitar 30-35% orang berusia antara 65-75 tahun akan mengalami gangguan pendengaran secara perlahan lahan akibat proses penuaan yang dikenal dengan istilah presbicusis. Akibat adanya gangguan pendengaran ini, seringkali orang-orang disekitarnya akan berbicara dengan suara yang lebih lantang dan keras dengan para lansia. Namun demikian bukan berarti semakin keras suara yang diucapkan akan terdengar lebih baik bagi mereka karena ternyata suara yang terlalu keraspun akan terdengar menyakitkan di telinga mereka. Continue Reading
Posted in Lansia