Hipertensi dan Anemia


Pasien gagal ginjal kronik hendaknya mewaspadai timbulnya gangguan kesehatan lain terutama tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kekurangan darah (anemia), yang dapat memperburuk fungsi ginjal. Hal ini dapat dicegah dengan diet asupan garam, zat besi terkontrol, dan terapi hormon. Hal ini dikemukakan Prof Dr Jose Roesma, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, dalam seminar tentang pengendalian kadar hemoglobin dalam tubuh bagi pasien gagal ginjal di Jakarta, Sabtu (11/5). Seminar ini diselenggarakan oleh Yapadmi (Yayasan Para DiaTrans Melati Indonesia), organisasi yang didirikan oleh pasien cuci darah, CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) dan pasien transplantasi ginjal.

Pada pasien gagal ginjal kronik umumnya terbanyak ditemui penyakit tekanan darah tinggi, berikutnya anemia. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan sekitar 30 persen dari pasien gagal ginjal terminal (GGT) yang telah menjalani cuci darah menderita hipertensi tidak terkontrol. Jose menjelaskan kepada Kompas munculnya penyakit itu karena terjadinya kerusakan jaringan yang memproduksi enzim renin angiotensin aldosteron sebagai salah satu pengendali tekanan darah. Kerusakan ginjal juga mengakibatkan retensi garam atau tertahannya zat NaCl dalam tubuh, hingga menaikkan tekanan darah. “Sebenarnya gagal ginjal kronik dan tekanan darah tinggi merupakan lingkaran setan. Karena keduanya saling berpengaruh,” ujarnya.

Penyebab timbulnya anemia pada penderita gagal ginjal kronik adalah kerusakan jaringan produsen hormon erythropoietin (EPO). Hormon EPO merangsang sumsum tulang belakang memproduksi darah merah. “Karena itu untuk mencegah timbulnya tekanan darah tinggi perlu diet dengan kandungan garam yang terkontrol dan pemberian obat untuk meningkatkan enzim RAA. Untuk mengatasi anemia perlu kombinasi pemberian zat besi dan hormon EPO,” papar Jose yang juga staf pengajar di Subbagian Ginjal FKUI/RSCM.

Penelitian di Amerika Serikat tahun 1989 menunjukkan, perawatan dengan pemberian hormon eritropoietin dapat memperbaiki nafsu makan yang menurun, sulit tidur, gangguan kehidupan seksual, dan stamina tubuh, yang secara umum mencapai tingkat signifikan 62-84 persen. Penyakit gagal ginjal terminal (GGT) di Indonesia setiap tahun meningkat. Diperkirakan dari setiap satu juta penduduk terdapat 200 penderita GGT. “Di Indonesia angka potensial penduduk yang menderita penyakit ini sekitar 40.000 orang,” ujar dr Hani Moniaga dari Yayasan Ginjal Nasional.

Menurut Ketua Yapadmi Soni Hadiwarsito, dengan ekonomi yang kian memburuk saat ini tidak sedikit pasien yang tidak mampu membiayai cuci darah atau hemodialisis dan akhirnya meninggal. Biaya perawatan itu memang relatif mahal yaitu berkisar Rp 600.000-Rp 1,2 juta untuk sekali penanganan. Penderita yang masih mampu membiayai cuci darah kurang dari 3.000 orang. Transplantasi ginjal merupakan solusi paling ideal untuk mengatasi penyakit GGT. Namun, saat ini sangat sedikit orang yang mau menjadi donor. “Jangankan donor hidup, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan ginjalnya kelak setelah mereka meninggal saja masih sangat rendah,” ujar Soni.

Informasi Terkait:

Posted in Ginjal :: Kata Kunci: , , , , , , , woc hipertensi, strategi penatalaksanaan ckd adalah, mekanisme hipertensi terhadap insomnia, leaflet hipertensi, sap tentang diet gagal ginjal, akhir kehidupan manusia menurut kedokteran, penyebab garam, peritonial dialisi majalah kedokteran indonesia, pola diet penyakit ginjal ppt, prof jose roesma, proposal diet rendah garam, satpel hemodialisa, satuan acara penyuluhan diit rendah garam akibat hipertensi, senam kegel pada lansia dg inkontinensia urine pada bab 3, yayasan ginjal dijakarta, pengaruh pemberian zat besi terhadap kadar hemoglobin pada pasien hemodialisis, pencabutan gigi pada pasien gagal ginjal, pelayanan kesehatan bagi pasien terminal, cabut gigi hipertensi, camilan penderita ginjal rendah protein, cara menghitung diet rendah garam pada pasien hhd, continuing ambulatory peritoneal dialisis, contoh leaflet gagal ginjal kronik, contoh lembar balik hipertensi, contoh makalah tentang dialisis yang dipakai untuk cuci darah, contoh proposal anemia dengan gagal ginjal, diet pasien terminal, efek dari diet rendah garam, lembar balik gagal ginjal nutrisi, menu pasien dialisis peritoneal, youtube 0 Comments