Peran Ibu yang Narsis Pada Anaknya


Tidak ada menyangkal bahwa ibu berperan penting dalam membesarkan anak. Tapi ada beberapa ibu yang punya sifat narsis yang justru menyulitkan anaknya walaupun kadang ibu itu cerdas. Sifatnya narsis disini bukan berarti senang berfoto-foto atau menaruh foto di jejaring media sosial. Tapi sifat narsis yang ingin menguasai dan mengontrol anaknya. Setiap orang ingin eksis di lingkungannya, tapi sifat narsis disini lebih dari sekedar ingin eksis dengan mempusatkan semua hal pada dirinya menjadi cinta diri yang berlebihan dan sombong.

Ibu yang narsis menunjukkan superioritas pada anaknya, selalu ingin anaknya mengikuti kemauannya, ingin anaknya mengembalikan kasih sayang yang sudah diberikannya dengan pamrih. Seorang ibu yang narsistik percaya bahwa dirinya berhak untuk semua cinta dan kasih sayang yang sudah diberikan sehingga kadang-kadang harus bersaing dengan anak sendiri dari perhatian pasangannya atau keluarga. Ibu yang narsis tanpa sadar telah membuat kekacauan dalam kehidupan anaknya. Ketika anaknya masih kecil, si anak tidak akan tahu sifat narsis ibunya.

Anak bagi ibu adalah mengasihi tanpa syarat bukan pamrih. Tapi yang terjadi pada ibu narsis adalah anak dijadikan cermin untuk keinginannya dan mengendalikannya. bu yang narsis lupa bahwa sejak anak berumur 2 tahun anak sudah mengembangkan kepribadian individunya. Orangtua seharusnya mulai menumbuhkan pada anak sikap mandiri, percaya diri, bebas berpikir dan mengekspresikan diri. Ibu yang narsis akan melimpahi dan terlalu melindungi anak-anak dengan berkedok merawatnya. Ini semua berfungsi untuk menjaga anak-anaknya di bawah kendali selama mungkin.

Ciri-ciri ibu narsis:

Tidak bisa dibantah.
Ibu akan memberitahukan ke anaknya bahwa anaknya lebih baik mengikuti sarannya karena ia lebih berpengalaman meskipun sering yang dikatakannya keliru. Ibu narsis tidak suka jika anak-anaknya menentangnya.

Anak adalah perpanjangan dari dirinya.
Semua properti baik mainan, baju, kontrol hidup, hobi atau makanan, sekolah harus persetujuan ibu. Anak harus mengikuti kehendaknya meskipun anaknya tidak suka.

Punya anak emas dan anak kambing hitam.

Anak emas biasanya anak yang selalu mengikuti apa maunya dan anak emas boleh berbuat salah. Sedangkan anak yang selalu dijadikan kambing hitam adalah anak yang dimatanya selalu salah perbuatannya. Kondisi ini kadang-kadang membuat perpecahan dalam keluarga.

Merongrong anak.

Setiap prestasi dan kesuksesan anak menurutnya adalah berkat andilnya sehingga anak harus bisa menyenangkan hatinya.

Artikel Menarik Lainnya:

Posted in Hidup Sehat, Info Sehat, Kesehatan Anak :: Kata Kunci: , , narsistik pada anak, ciri menjadi dokter, makalah narsistik pada anak, narsistik pada anak adalah 0 Comments