Salah satu cara menurunkan berat badan secara instan melalui liposuction (sedot lemak). Tapi ternyata cara ini tidak memberikan solusi permanen, karena lemak bisa datang kembali. Lemak bisa kembali pada tempat yang sama atau justru di tempat lain yang tidak diinginkan. Partisipan yang terlibat berusia rata-rata 40 tahun yang memiliki proporsi besar lemak di jaringan adiposa. Dalam prosedur ini lemak yang disedot rata-rata 2,1 persen dari tubuhnya. Setelah melakukan sedot lemak, maka peneliti mengukur perubahan yang terjadi di dalam tubuh partisipan saat 6 minggu, 6 bulan dan satu tahun dengan menggunakan MRI serta scan X-ray.
Liposuction adalah jaringan adiposa muncul kembali di daerah perut sebagai lemak subkutan (tepat di bawah kulit) dan lemak visceral (dalam) di sekitar perut. Kondisi ini terlepas dari apakah perut menjadi sasaran sedot lemak atau tidak. Mekanisme di balik terjadinya penumpukan kembali massa di jaringan adiposa memang masih belum pasti, tapi hal ini menjadi sesuatu yang sangat menarik. Dalam teknik sedot lemak, tidak semua lemak di dalam tubuh diambil tapi hanya di bagian tertentu saja. Lemak-lemak yang letaknya berada jauh di dalam rongga perut tidak bisa dihilangkan hanya dengan sedot lemak. Sedot lemak sebaiknya dijadikan pilihan terakhir jika cara yang lain sudah tidak membuahkan hasil karena teknik ini membutuhkan perawatan yang sulit dan tidak murah serta harus dilakukan oleh ahli bedah yang berkompeten untuk mengurangi efek samping yang mungkin timbul.



